Tebuireng Bedah Genealogi Qanun Asasi, Gus Kikin Tegaskan NU Lahir dari Tekanan Kolonial

bumi pesantren | 15 Februari 2026 08:39

 

Ia menekankan bahwa Al-Qanun Al-Asasi tidak sekadar dokumen sejarah, melainkan fondasi nilai dan arah gerak organisasi yang tetap relevan lintas zaman. Menurutnya, pembacaan ulang Qanun Asasi menjadi penting untuk menjaga kesinambungan prinsip perjuangan sekaligus menjawab tantangan modern.

 

Sejumlah akademisi dan peneliti turut memperkaya diskusi dari berbagai perspektif. Prof Abd A’la mengulas perkembangan Qanun Asasi dalam sejarah pemikiran Islam di Indonesia dan dinamika NU. H M Nasruddin Anshoriy memaparkan transformasi regulasi tersebut dalam lintasan sejarah organisasi.

 

Sementara itu, Dr Rijal Mumazziq menyoroti evolusi Qanun Asasi dalam merespons perubahan sosial-keagamaan, dan Prof Masdar Hilmy mengkaji dimensi etis serta sosiologisnya dalam relasi agama, negara, dan masyarakat. Kajian filologis disampaikan Dr Ahmad Ginanjar Sya’ban dengan menelusuri akar tekstual dan konstruksi awal Qanun Asasi.