ACEH, PustakaJC.co – Pagi Idul Fitri di Aceh tak hanya diwarnai gema takbir dan silaturahmi keluarga. Di balik itu, ada tradisi kuat yang terus dijaga para santri, yakni jak bak guree—sebuah kebiasaan mengunjungi guru mengaji sebagai bentuk penghormatan dan adab.
Usai menunaikan salat Id, para santri dari berbagai usia langsung berbondong-bondong menuju rumah guru mereka. Tradisi ini seolah menjadi agenda pertama yang tidak boleh terlewatkan di hari kemenangan. Dilansir dari nu.or.id, Sabtu, (28/3/2026).
Bagi masyarakat Aceh, guru atau guree bukan sekadar pengajar biasa. Mereka adalah sosok yang membimbing sejak kecil, mengenalkan Al-Qur’an, menanamkan akhlak, hingga membentuk karakter. Karena itu, kunjungan di hari Lebaran menjadi wujud penghormatan yang mendalam.
“Tradisi ini bukan sekadar budaya, tetapi bagian dari adab dalam menuntut ilmu. Menghormati guru adalah kunci keberkahan ilmu,” ujar Tgk. Syahrul Fuadi, tokoh agama muda asal Japakeh.