Namun, di tengah arus modernisasi, tradisi ini mulai berkurang di wilayah perkotaan. Perubahan gaya hidup dan sistem pendidikan menjadi faktor yang memengaruhi. Meski demikian, nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan sepanjang masa.
Menghormati guru, menjaga silaturahmi, dan memperkuat hubungan sosial adalah inti dari tradisi ini. Lebaran bukan hanya soal kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga momentum kembali kepada nilai-nilai dasar kehidupan.
Di rumah-rumah sederhana para guru mengaji di Aceh, jak bak guree masih terus hidup. Bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pelajaran tentang adab yang diwariskan dari generasi ke generasi. (ivan)