Nilai tersebut juga tercermin dari teladan ulama besar seperti Imam Syafi’i yang dikenal sangat memuliakan gurunya. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula penghormatannya kepada guru.
Di rumah para guru mengaji, suasana Lebaran berubah menjadi ruang reuni yang hangat. Santri dari berbagai generasi berkumpul, saling bertegur sapa, dan mengenang masa kecil. Kebersamaan itu terasa sederhana, namun sarat makna.
Santri perempuan biasanya membantu di dapur, memasak dan mencuci piring. Sementara yang lain melayani tamu dengan penuh keikhlasan. Semua dilakukan tanpa paksaan, sebagai bagian dari pengamalan adab yang telah diajarkan.
Tradisi ini juga memiliki fungsi sosial yang kuat. Selain mempererat hubungan guru dan murid, jak bak guree menjadi ajang temu kangen bagi para perantau yang pulang kampung saat Lebaran.