SURABAYA, PustakaJC.co - Said Abdullah menilai bahwa harmoni antara kelompok santri dan abangan menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat dinamika politik di Jawa Timur saat ini. Menurutnya, perpaduan dua kultur sosial tersebut mampu menciptakan keseimbangan sekaligus stabilitas dalam kehidupan politik di daerah.
Ia menjelaskan, Jawa Timur sejak lama dikenal sebagai wilayah dengan karakter masyarakat yang beragam, terutama dalam spektrum kultural santri dan abangan. Namun, alih-alih menjadi sumber perpecahan, perbedaan tersebut justru berkembang menjadi kekuatan kolektif yang saling melengkapi.
“Harmoni ini bukan hanya soal budaya, tetapi juga menjadi modal sosial dalam membangun komunikasi politik yang lebih inklusif,” ujarnya. Demikian dikutip dari beritajatim.com, minggu, (12/4/2026).
Said Abdullah menambahkan, keterpaduan antara nilai-nilai religius yang kuat dari kalangan santri dan pendekatan kultural yang lebih cair dari kelompok abangan menciptakan ruang dialog yang sehat. Hal ini dinilai berkontribusi pada terciptanya stabilitas politik yang relatif terjaga di Jawa Timur.