Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan tersebut agar tidak tergerus oleh polarisasi politik yang berpotensi memecah belah masyarakat. Menurutnya, para pemimpin politik memiliki tanggung jawab untuk terus merawat harmoni ini demi keberlanjutan pembangunan daerah.
Dengan kondisi sosial yang harmonis, Jawa Timur dinilai memiliki fondasi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan. Sinergi antara santri dan abangan pun diharapkan tetap menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan serta memperkuat demokrasi di tingkat daerah. (frcn)