Menurutnya, menjelang Lebaran, tradisi sowan memiliki makna lebih dalam sebagai warisan budaya pesantren yang sarat nilai sosial dan spiritual, sekaligus wasilah ngalap berkah.
Khofifah juga menekankan pentingnya momentum Idulfitri untuk memperkuat persaudaraan dan menanamkan nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap generasi muda terus melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Generasi muda harus dibiasakan dengan tradisi baik seperti ini. Perlu ada teladan untuk pembinaan akhlak dan amaliyah ubudiyah generasi kekinian,” tegasnya.
[halamqn]
Di sela kunjungan, Khofifah bersama Gus Kikin juga berziarah ke makam pendiri NU Hasyim Asy’ari dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid di kompleks Tebuireng. Ziarah berlangsung khusyuk dengan doa, tahlil, dan tabur bunga.
Bagi Khofifah, sosok Gus Dur tidak hanya dikenal sebagai ulama besar, tetapi juga tokoh bangsa yang mewariskan nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebangsaan.
“Ziarah ini menjadi pengingat akan keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman dan menjaga persatuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, semangat inklusivitas dan kemanusiaan yang diwariskan Gus Dur menjadi inspirasi dalam membangun Jawa Timur yang harmonis, damai, dan berkeadilan.
“Ini bukan sekadar mendoakan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan bagi bangsa dan negara,” pungkas Gubernur Jatim ini. (ivan)