Khofifah Sowan ke Tebuireng dan Tambakberas, Perkuat Ukhuwah Jelang Lebaran

bumi pesantren | 19 Maret 2026 16:41

Khofifah Sowan ke Tebuireng dan Tambakberas, Perkuat Ukhuwah Jelang Lebaran
Suasana khusyuk ziarah Khofifah Indar Parawansa bersama Gus Kikin di makam Gus Dur, Tebuireng, Jombang.

 

JOMBANG, PustakaJC.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan silaturahmi ke kalangan ulama di Pondok Pesantren Tebuireng dan Pondok Pesantren Tambakberas, Rabu, (18/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari tradisi sowan untuk memperkuat ukhuwah sekaligus memohon doa keberkahan bagi Jawa Timur.

 

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah bertemu dengan Pengasuh Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz serta tokoh sepuh Tambakberas Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid. Ia menegaskan, sowan kepada kiai dan nyai bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat Jawa Timur.

 

“Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya kita mempererat hubungan dengan para guru, sekaligus memohon doa agar Jawa Timur selalu diberi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan,” ujar Khofifah.

 

 

 

Menurutnya, menjelang Lebaran, tradisi sowan memiliki makna lebih dalam sebagai warisan budaya pesantren yang sarat nilai sosial dan spiritual, sekaligus wasilah ngalap berkah.

 

Khofifah juga menekankan pentingnya momentum Idulfitri untuk memperkuat persaudaraan dan menanamkan nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap generasi muda terus melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter.

 

“Generasi muda harus dibiasakan dengan tradisi baik seperti ini. Perlu ada teladan untuk pembinaan akhlak dan amaliyah ubudiyah generasi kekinian,” tegasnya.

 

[halamqn]

 

Di sela kunjungan, Khofifah bersama Gus Kikin juga berziarah ke makam pendiri NU Hasyim Asy’ari dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid di kompleks Tebuireng. Ziarah berlangsung khusyuk dengan doa, tahlil, dan tabur bunga.

 

Bagi Khofifah, sosok Gus Dur tidak hanya dikenal sebagai ulama besar, tetapi juga tokoh bangsa yang mewariskan nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebangsaan.

 

“Ziarah ini menjadi pengingat akan keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman dan menjaga persatuan,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, semangat inklusivitas dan kemanusiaan yang diwariskan Gus Dur menjadi inspirasi dalam membangun Jawa Timur yang harmonis, damai, dan berkeadilan.

 

“Ini bukan sekadar mendoakan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan bagi bangsa dan negara,” pungkas Gubernur Jatim ini. (ivan)