SURABAYA, PustakaJC.co – Menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, umat Islam kembali diingatkan pada salah satu tradisi yang diwariskan para ulama, yakni minum susu putih pada malam pergantian tahun baru Islam.
Tradisi ini dikenal luas di kalangan pecinta ulama keturunan Rasulullah SAW dan dinisbatkan kepada Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki. Susu putih dipilih sebagai simbol kesucian, kebersihan jiwa, serta harapan agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan dan kebaikan.
Bulan Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang memiliki keutamaan khusus. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kezaliman maupun perbuatan yang merugikan diri sendiri.
Menurut tradisi tersebut, amalan dilakukan setelah Maghrib hingga sebelum Subuh pada malam 1 Muharram. Sebelum meminum susu putih, umat Islam dianjurkan membaca doa:
"Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu."
Yang artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya."