PBNU Terima Kunjungan Mufti Polandia, Teguhkan Moderasi dan Dialog Antarperadaban

bumi pesantren | 19 Juni 2026 13:49

PBNU Terima Kunjungan Mufti Polandia, Teguhkan Moderasi dan Dialog Antarperadaban
dok nuonline

JAKARTA, PustakaJC.co – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan Mufti Republik Polandia, Syekh Tomasz Miśkiewicz, di Gedung PBNU Jakarta, Kamis (18/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mempromosikan moderasi Islam, toleransi, dan dialog antarperadaban.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Ginanjar Sya’ban mengatakan kunjungan tersebut memiliki arti penting karena Nahdlatul Ulama dikenal sebagai organisasi Islam yang berakar kuat pada tradisi keilmuan dan sosial kemasyarakatan serta konsisten mengusung nilai-nilai moderasi.

“NU merupakan organisasi Islam yang moderat, toleran, dan memiliki komitmen besar dalam memperjuangkan dialog antarperadaban, dialog antaragama, toleransi, moderasi, serta nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Mufti Polandia mengajukan sejumlah rencana kerja sama antara komunitas Muslim Polandia dan Indonesia. Fokus kerja sama tersebut meliputi penguatan multikulturalisme, toleransi, serta penciptaan iklim koeksistensi yang harmonis di kedua negara.

Ginanjar mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Syekh Tomasz Miśkiewicz ke PBNU. Ia juga berencana kembali berkunjung ke Indonesia pada Oktober mendatang untuk mempelajari lebih dalam tradisi Nahdlatul Ulama, termasuk mengunjungi sejumlah pesantren dan basis-basis NU di berbagai daerah.

Menurutnya, kunjungan tersebut dapat menjadi dorongan bagi PBNU untuk terus menyebarkan pesan perdamaian, memperkuat dialog lintas agama, serta meneguhkan komitmen moderasi Islam di tingkat global.

“Ini merupakan bagian dari komitmen PBNU dalam memperjuangkan perdamaian dan menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam,” katanya.

PBNU berharap hubungan yang terjalin melalui kunjungan ini dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam bidang pelayanan umat, pemberdayaan masyarakat, penguatan peran ulama, serta pengembangan dialog antarumat manusia demi terciptanya perdamaian dunia.

Kunjungan Mufti Republik Polandia turut didampingi First Secretary Bidang Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Polandia, Ecelino Ionescu, serta Expert Staff Haqqi Azka Nudya. Dari pihak PBNU hadir Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla, KH Miftah Faqih, serta jajaran pengurus lainnya. (nov)