Selain itu, manuskrip lain mencatat tradisi serupa di Jepara. Masyarakat setempat disebut melakukan halal bihalal kepada Pangeran Karang Kemuning, menantu Sunan Ampel, dengan cara berjabat tangan dan saling meminta maaf.
Temuan ini diperkuat oleh penelusuran sejumlah peneliti, salah satunya M. Faishol, yang menyebut halal bihalal sebagai tradisi sosial-keagamaan yang telah mengakar kuat di Nusantara sejak era Wali Songo.
Sementara itu, peran KH Wahab lebih tepat diposisikan sebagai penggagas seremoni halal bihalal dalam konteks kenegaraan. Ia disebut pernah mengusulkan kepada Presiden Soekarno agar tradisi tersebut dijadikan sarana meredakan ketegangan politik pada masa revolusi sekitar 1948.