Ia juga menyoroti bahwa tantangan penyelenggaraan ibadah haji ke depan semakin kompleks, mencakup aspek logistik, kesehatan, hingga kenyamanan jemaah. Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi yang kuat serta komunikasi yang efektif antarinstansi.
Selain itu, Wamenhaj mengapresiasi seluruh peserta Rakernas yang telah berkontribusi dalam merumuskan berbagai strategi peningkatan layanan. Hasil Rakernas diharapkan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan haji 2026 agar lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.
“Semua yang telah dirumuskan dalam Rakernas ini harus diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab. Fokus kita adalah memberikan pengalaman ibadah haji yang aman, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh jemaah,” tambahnya.