Aliran Teologi yang Guncang Akidah, Dari Takdir hingga Sifat Tuhan

bumi pesantren | 19 April 2026 18:46

 

Jejak Pemikiran dan Kontroversi

 

Jahmiyah pertama kali berkembang di wilayah Tirmidz (kini Uzbekistan), salah satu pusat peradaban Islam di kawasan Khurasan.

 

Namun yang menarik, sejumlah ulama menyebut bahwa rantai pemikiran aliran ini tidak sepenuhnya murni dari tradisi Islam, melainkan bersinggungan dengan pemikiran luar, termasuk tradisi Yahudi dan filsafat.

 

Hal ini membuat banyak ulama salaf bersikap tegas. Dalam berbagai literatur klasik, Jahmiyah bahkan disebut sebagai aliran yang cenderung menafikan sifat-sifat Allah (ta’thil).