Haul ke-4 KH Luthfi Thomafi Lasem Teladan Disiplin dan Tekun Menuntut Ilmu

bumi pesantren | 30 April 2026 06:19

Haul ke-4 KH Luthfi Thomafi Lasem Teladan Disiplin dan Tekun Menuntut Ilmu
Peringatan haul ke-4 almarhum KH Luthfi Thomafi, pengasuh Pondok Alhamidiyyah 2 Desa Ngemplak, Lasem, Rembang, Jawa Tengah. (dok nuonline)

REMBANG, PustakaJC.co - Peringatan haul ke-4 KH Luthfi Thomafi, pengasuh Pondok Pesantren Alhamidiyyah 2 Desa Ngemplak, Lasem, Rembang, berlangsung khidmat pada Rabu, (29/4/2026) siang. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, sambutan keluarga, serta mauidzah hasanah yang dihadiri para tokoh agama, keluarga, alumni, dan masyarakat sekitar.

 

Acara yang berlangsung sejak pukul 13.30 hingga 16.45 WIB tersebut menjadi momen untuk mengenang perjalanan hidup sekaligus keteladanan almarhum dalam dunia pendidikan dan pengabdian sosial. Dilansir dari nu.or.id, Kamis, (30/4/2026).

 

KH Arwani Thomafi atau yang akrab disapa Gus Aang dalam sambutannya menyampaikan bahwa semasa hidup, KH Luthfi Thomafi dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, sikap tersebut sudah terlihat sejak kecil hingga dewasa, bahkan ketika menempuh pendidikan di luar negeri.

 

“Sejak kecil beliau sudah menunjukkan ketekunan. Setelah menempuh pendidikan diniyah, kemudian melanjutkan ke Tsanawiyah Lasem, MA Program Khusus di Solo, hingga ke Kairo, Mesir,” ungkapnya.

 

 

Gus Aang menambahkan, meskipun berasal dari lingkungan pesantren dan keluarga sendiri, almarhum tetap menjalani proses pendidikan dan pengabdian dengan standar penilaian yang ketat.

 

“Meski di lingkungan sendiri, tetap harus melalui tes untuk mengukur kemampuan. Itu bagian dari kedisiplinan beliau,” ujarnya.

 

Setelah kembali dari Mesir, KH Luthfi Thomafi semakin fokus mengembangkan dunia pendidikan di lingkungan Alhamidiyyah. Dari upaya tersebut, lahir berbagai lembaga pendidikan yang kini berkembang, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMK.

 

Selain dikenal disiplin dalam pendidikan, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang gemar bersilaturahmi. Ia kerap sowan kepada para kiai untuk meminta nasihat dalam pengelolaan lembaga pendidikan sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan di wilayah Lasem, Sedan, dan sekitarnya.

 

 

Sementara itu, KH Ghofur Maimoen yang merupakan sahabat almarhum sejak masa studi di Mesir hingga di Indonesia, mengenang KH Luthfi Thomafi sebagai pribadi yang aktif dalam organisasi dan dunia pendidikan.

 

“Luthfi adalah teman dekat saya sejak di Mesir. Ia aktif dalam organisasi dan konsisten dalam merawat pendidikan,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan bahwa KH Luthfi Thomafi berpegang teguh pada prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Prinsip tersebut tercermin dalam kiprah beliau di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

 

Dalam kesempatan itu juga disampaikan pesan hidup almarhum tentang pentingnya proses belajar sepanjang hayat melalui konsep pitulang (pelajaran), pituduh (petunjuk), pitukon (pengorbanan), hingga pitulung (pertolongan).

 

 

Menurutnya, setiap manusia harus melalui proses belajar dengan sungguh-sungguh, disertai pengorbanan, hingga akhirnya memperoleh pertolongan dari Allah SWT.

 

“Setelah melewati proses itu, akan muncul kekuatan dan pertolongan dari Allah,” demikian pesan yang disampaikan.

 

Kegiatan haul tersebut juga dihadiri KH Imam Sofwan, para alumni SMK Avicenna, wali santri, serta masyarakat sekitar yang turut mendoakan almarhum KH Luthfi Thomafi. (ivan)