SURABAYA, PustakaJC.co - Sebanyak enam jemaah haji asal Jawa Timur dilaporkan wafat di Arab Saudi selama musim haji 1447 H/2026 M. Meski demikian, proses pemberangkatan jemaah melalui Embarkasi Surabaya hingga hari ke-21 tetap berjalan lancar dan telah mencapai 65 persen dari total kuota keberangkatan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (11/5/2026).
“Kami turut berduka cita atas wafatnya para jemaah haji di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya, Senin, (11/5/2026).
Enam jemaah yang wafat masing-masing:
- Kamariyah Dul Tayib (85) dari Kloter 8
- Abd Wachid (71) dari Kloter 7
- Fajar Puja Sasmita (53) dari Kloter 11
- Sibiatun Saji (72) dari Kloter 33
- Mustika Rajim D (75) dari Kloter 47
- Suyono Reso (58) dari Kloter 62
PPIH memastikan seluruh jemaah telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan dimakamkan di Tanah Suci. Pihak embarkasi juga terus berkoordinasi dengan keluarga jemaah di daerah asal terkait administrasi dan informasi kepulangan.
Hingga 11 Mei 2026, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 76 kloter dengan total 28.445 jemaah dan petugas. Pada hari yang sama, lima kloter yakni SUB 72 hingga SUB 76 diberangkatkan dengan jumlah 1.897 orang.
Dari total jemaah yang telah berangkat, sebanyak 13.253 merupakan laki-laki dan 15.192 perempuan. Sementara itu, terdapat 122 mutasi keluar akibat kondisi sakit, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, pendamping, hingga satu jemaah wafat sebelum berangkat.
PPIH juga melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong penerbangan melalui mekanisme mutasi masuk. Hasilnya, sebanyak 67 kursi berhasil terisi kembali dan tersisa 55 kursi kosong.
“Skema pengisian kursi kosong terus kami optimalkan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan jemaah yang siap berangkat dapat segera diberangkatkan,” kata Anam.
Selain itu, tercatat 73 kloter berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal. Sedangkan 12 jemaah lainnya masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Surabaya karena alasan kesehatan dan observasi lanjutan.
Adapun jemaah tertua pada fase pertama pemberangkatan tahun ini adalah Tukiran Abd Razak asal Kabupaten Malang dari Kloter 17 yang berusia 98 tahun. (ivan)