Ia menambahkan, ibadah kurban juga memiliki dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Distribusi daging kurban dinilai mampu membantu keluarga yang membutuhkan, memperkuat ketahanan pangan, hingga mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, semangat berkurban dapat menjadi energi kebersamaan yang mempererat solidaritas sosial dan gotong royong di tengah masyarakat.
“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana tetapi berdampak luas,” tutur Menag.
Menutup pesannya, Menag mengajak seluruh masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperluas manfaat dan memperkuat empati terhadap sesama.
“Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama,” tandasnya. (ivan)