Menag Ajak Umat Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

bumi pesantren | 26 Mei 2026 18:13

Menag Ajak Umat Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Menag Nasaruddin Umar. (dok kemenag)

JAKARTA, PustakaJC.co — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Muslim menjadikan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, solidaritas, dan semangat berbagi kepada sesama.

 

Menurut Menag, Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat penting tentang nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan bermasyarakat. Dilansir dari kemenag.go.id, Selasa, (26/5/2026).

 

“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Iduladha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa, (26/5/2026).

 

 

Kementerian Agama sebelumnya telah menetapkan 1 Zulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada 18 Mei 2026 melalui sidang isbat yang digelar pada 17 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha diperingati pada 27 Mei 2026.

 

Menag menjelaskan, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengandung pesan besar tentang pengorbanan demi kemaslahatan yang lebih luas. Nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa,” katanya.

 

 

 

Ia menambahkan, ibadah kurban juga memiliki dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Distribusi daging kurban dinilai mampu membantu keluarga yang membutuhkan, memperkuat ketahanan pangan, hingga mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

 

Menurutnya, semangat berkurban dapat menjadi energi kebersamaan yang mempererat solidaritas sosial dan gotong royong di tengah masyarakat.

 

“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana tetapi berdampak luas,” tutur Menag.

 

Menutup pesannya, Menag mengajak seluruh masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperluas manfaat dan memperkuat empati terhadap sesama.

 

“Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama,” tandasnya. (ivan)