Ia menjelaskan, Maqam Ibrahim bukan berarti makam atau kuburan, melainkan jejak kaki Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail AS di Makkah.
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Narukan, Rembang, Jawa Tengah itu mengatakan, pemahaman sejarah penting agar mufassir memahami bahwa ayat tersebut menjadi dalil bahwa Nabi Muhammad SAW benar merupakan keturunan Nabi Ibrahim AS melalui jalur Nabi Ismail AS.
Gus Baha juga menyinggung QS Ibrahim ayat 37 yang menceritakan doa Nabi Ibrahim ketika meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di lembah Makkah yang tandus.
“Kalau Anda ndak baca tarikh (sejarah), itu enggak ngerti ayat-ayat itu adalah Allah sedang cerita bahwa Muhammad benar turunan nabi,” terangnya.