Sambut Tahun Baru Islam, Tradisi Minum Susu Putih Malam 1 Muharram Kembali Dihidupkan

bumi pesantren | 16 Juni 2026 20:53

Sambut Tahun Baru Islam, Tradisi Minum Susu Putih Malam 1 Muharram Kembali Dihidupkan
(dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co – Menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, umat Islam kembali diingatkan pada salah satu tradisi yang diwariskan para ulama, yakni minum susu putih pada malam pergantian tahun baru Islam.

Tradisi ini dikenal luas di kalangan pecinta ulama keturunan Rasulullah SAW dan dinisbatkan kepada Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki. Susu putih dipilih sebagai simbol kesucian, kebersihan jiwa, serta harapan agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan dan kebaikan.

Bulan Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang memiliki keutamaan khusus. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kezaliman maupun perbuatan yang merugikan diri sendiri.

Menurut tradisi tersebut, amalan dilakukan setelah Maghrib hingga sebelum Subuh pada malam 1 Muharram. Sebelum meminum susu putih, umat Islam dianjurkan membaca doa:

"Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu."

Yang artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya."

Tradisi ini tidak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga dapat dilaksanakan bersama keluarga, santri, murid, maupun masyarakat sekitar sebagai bentuk doa bersama menyambut tahun baru Hijriah.

Selain mengandung nilai spiritual, tradisi minum susu putih juga menjadi simbol optimisme untuk memulai lembaran baru kehidupan dengan hati yang bersih, penuh harapan, dan semangat memperbaiki diri di tahun yang akan datang.

Para ulama menjelaskan bahwa amalan ini dilakukan dengan niat tafa'ul atau mengharap pertanda baik, seraya memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan sepanjang tahun yang baru. (nov)