Selain menjadi momentum meraih ampunan, Hari Asyura juga mengajarkan pentingnya rasa syukur atas pertolongan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Kisah Nabi Musa AS yang diselamatkan ketika Laut Merah terbelah menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada orang-orang yang bersabar dan bertawakal.
Karena itu, 10 Muharram tidak hanya diisi dengan puasa sunnah, tetapi juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, bersedekah, menyambung silaturahmi, dan membantu sesama.
Banyak ulama juga menganjurkan umat Islam berpuasa pada 9 dan 10 Muharram atau 10 dan 11 Muharram sebagai bentuk penyempurnaan ibadah sekaligus membedakan pelaksanaan puasa dengan tradisi kaum Yahudi.
Momentum tahun baru Hijriah juga dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta menyusun target spiritual yang lebih baik.