Ibrahim mengisahkan, masyarakat Bani Salimah pernah berniat pindah ke sekitar Masjid Nabawi agar lebih dekat dengan Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah meminta mereka tetap tinggal di tempat semula.
Beliau menjelaskan bahwa setiap langkah kaki menuju Masjid Nabawi akan bernilai pahala, sehingga jarak yang lebih jauh justru menjadi keutamaan bagi mereka.
Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ketaatan terhadap perintah Allah SWT, tetapi juga keikhlasan, kesabaran, serta semangat beribadah meski harus menempuh perjalanan yang tidak singkat.
Hingga kini, Masjid Qiblatain menjadi salah satu lokasi favorit jamaah haji dan umrah Indonesia karena menyimpan jejak sejarah penting perjalanan syiar Islam sekaligus menjadi pengingat atas salah satu peristiwa besar dalam perkembangan umat Islam.