Tradisi Tahunan Pencucian Ka'bah Digelar Hari Ini, Air Zamzam dan Mawar Digunakan Bersihkan Baitullah

bumi pesantren | 30 Juni 2026 20:35

Tradisi Tahunan Pencucian Ka'bah Digelar Hari Ini, Air Zamzam dan Mawar Digunakan Bersihkan Baitullah
Dok inside

SURABAYA, PustakaJC.co – Prosesi tahunan pencucian Ka'bah kembali dilaksanakan pada Selasa (30/6/2026) atau bertepatan dengan 15 Muharam 1448 Hijriah. Tradisi sakral yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi simbol penghormatan umat Islam terhadap Baitullah sekaligus wujud pemeliharaan berkelanjutan terhadap bangunan paling suci dalam Islam.

 

Dalam prosesi tersebut, bagian dalam dinding Ka'bah dibersihkan menggunakan air Zamzam yang dicampur air mawar. Seluruh rangkaian telah dipersiapkan oleh Otoritas Umum Pengelolaan Urusan Dua Masjid Suci di Makkah sesuai prosedur yang berlaku.

 

Pencucian Ka'bah merupakan tradisi yang mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Setelah dinding bagian dalam dibersihkan, petugas mengelapnya menggunakan kain putih yang telah dicelupkan ke dalam campuran air mawar, kasturi, dan wewangian pilihan.

 

 

Selain dinding, lantai serta tiang-tiang di dalam Ka'bah juga dibersihkan menggunakan air Zamzam yang telah dicampur parfum mawar berkualitas tinggi. Air tersebut kemudian diseka secara hati-hati menggunakan tangan dan pelepah kurma sebagai bagian dari prosesi yang telah diwariskan selama berabad-abad.

 

Usai proses pencucian selesai, bagian dalam Ka'bah diberi wewangian menggunakan dupa terbaik dan minyak wangi pilihan. Seluruh tahapan dilakukan dengan penuh kehati-hatian sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian Ka'bah yang menjadi kiblat lebih dari dua miliar umat Islam di dunia.

 

Tradisi tahunan ini bukan sekadar kegiatan pembersihan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Prosesi tersebut menjadi simbol kecintaan, penghormatan, dan komitmen umat Islam dalam menjaga kemuliaan Masjidil Haram beserta seluruh fasilitasnya.

 

 

Setiap tahun, pintu Ka'bah dibuka secara khusus untuk pelaksanaan pencucian bagian dalam bangunan. Seluruh proses dilaksanakan berdasarkan sistem organisasi dan teknis yang telah disusun secara komprehensif guna memastikan pelaksanaan berjalan khidmat, aman, serta tetap menjaga keaslian nilai sejarah dan arsitektur Ka'bah.

 

Prosesi pencucian Ka'bah juga menjadi bukti kesinambungan perhatian terhadap Masjidil Haram dari generasi ke generasi. Tradisi ini terus dipertahankan sebagai salah satu warisan Islam yang mencerminkan persatuan umat dalam memuliakan rumah Allah SWT.

 

Bagi umat Islam di seluruh dunia, pencucian Ka'bah bukan hanya sebuah tradisi tahunan, melainkan momentum spiritual yang mengingatkan pentingnya menjaga kesucian hati, memperkuat keimanan, serta meneladani penghormatan Rasulullah SAW terhadap Baitullah.

(int)