Misi Dagang Buka Peluang Kemitraan Produk Pesantren Jatim

bumi pesantren | 09 Juli 2026 20:57

Misi Dagang Buka Peluang Kemitraan Produk Pesantren Jatim
Produk unggulan binaan Program OPOP Jawa Timur dipamerkan dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Riau untuk memperluas akses pasar dan peluang kemitraan usaha. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Produk unggulan binaan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur turut ambil bagian dalam Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kegiatan ini menjadi sarana memperluas jejaring usaha sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi antardaerah.

 

Dalam misi dagang tersebut, OPOP Jawa Timur menampilkan berbagai produk unggulan dari pesantren binaan, di antaranya Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan Kabupaten Probolinggo dan Pesantren Darussalam Kabupaten Tulungagung. Produk yang dipamerkan meliputi keripik pisang Gedang Koe, kain batik, bawang merah Batu Ijo, Arabian Food, teh bubuk, aneka camilan cokelat, hingga produk olahan lainnya. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (9/7/2026).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, misi dagang dengan Riau merupakan kegiatan kelima yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi antardaerah.

 

“Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” ujar Khofifah.

 

 

Ia menegaskan, misi dagang tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan potensi serta kebutuhan masing-masing daerah. Melalui kegiatan tersebut, rantai distribusi dapat diperpendek, pasar produk unggulan semakin luas, dan penggunaan produk dalam negeri semakin diperkuat.

 

Salah satu peserta OPOP Jatim, Pengasuh Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan, Dian Retno, mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM berbasis pesantren.

 

Menurutnya, misi dagang mampu membuka akses pasar baru sekaligus meningkatkan peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha dari luar daerah.

 

“Kegiatan ini sangat membantu UMKM untuk memperluas pasar sehingga perputaran usaha semakin meningkat, termasuk UMKM berbasis pesantren yang difasilitasi Program OPOP,” kata Dian.

 

 

Ia menambahkan, pelaku usaha di Riau menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap produk-produk asal Jawa Timur. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan di masa mendatang.

 

Hal serupa disampaikan perwakilan Pesantren Darussalam Tulungagung, Etik Elfiyatin. Ia menyebut misi dagang menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan produk pesantren kepada calon mitra dari berbagai wilayah.

 

“Beberapa produk yang kami bawa berhasil membuka peluang kerja sama dengan calon mitra, bahkan ada ketertarikan untuk pengembangan produksi dalam bentuk maklon,” ujarnya.

 

Etik berharap semakin banyak koperasi pondok pesantren yang memperoleh kesempatan mengikuti misi dagang sehingga produk pesantren dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing yang semakin kuat.

 

Keikutsertaan OPOP dalam Misi Dagang Jawa Timur–Riau menjadi bukti bahwa produk pesantren mampu bersaing di pasar regional. Melalui dukungan Pemprov Jatim, program OPOP terus mendorong penguatan koperasi pondok pesantren, perluasan jaringan pemasaran, serta peningkatan nilai tambah produk guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (ivan)