Tugas kedua, lanjutnya, adalah tarbiyah ruhaniyah atau pembinaan spiritual. Kiai tidak hanya bertanggung jawab mengembangkan kemampuan intelektual santri, tetapi juga membentuk kekuatan ruhani yang diwariskan melalui sanad dari Rasulullah SAW kepada para sahabat, tabiin, hingga para ulama pada setiap generasi.
Menurutnya, sanad ruhani menjadi landasan otoritas ulama dalam membimbing umat. Ia mengutip pesan Ibnu Sirin agar setiap Muslim benar-benar memperhatikan dari siapa mereka mengambil ilmu agama.
“Melalui sanad ruhani, para ulama memiliki otoritas. Karena itu, kita harus sungguh-sungguh memperhatikan dari mana mengambil agama,” katanya.