Ia menjelaskan, keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari cara berkomunikasi, mengambil keputusan, hingga memperlakukan orang lain.
“Marilah kita meneladani sikap, cara bicaranya Nabi yang begitu santunnya. Perbuatan Nabi yang begitu cemerlangnya. Ya, kemudian juga kebijakan-kebijakan yang begitu adilnya,” katanya.
Nasaruddin menilai keteladanan Nabi penting dikenalkan kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW telah menjadi sosok yang dapat diteladani sejak masa mudanya, bukan hanya setelah beliau menerima kenabian.
“Kelompok-kelompok muda kita itu bisa sejak dini meneladani sikap Nabi Muhammad. Karena Nabi Muhammad pernah menjadi muda dan keteladanan kita bukan hanya ketika sudah menjadi Nabi,” ujarnya.