Menjaga Martabat Manusia
Menurut Menag, seorang dokter tidak sekadar berhadapan dengan objek medis atau organ tubuh, melainkan dengan manusia yang memiliki rasa sakit, kecemasan, dan harapan. Oleh karena itu, kemampuan diagnosis medis harus diimbangi dengan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan.
Ia mengimbau agar mahasiswa kedokteran PTKIN memanfaatkan keunggulan ganda yang mereka miliki: menguasai sains modern sekaligus berakar kuat pada tradisi keislaman. Integrasi ini diharapkan mampu memicu tradisi riset yang menjawab persoalan riil masyarakat.
"Dari kampus-kampus Islam, kita berharap lahir generasi dokter dan ilmuwan yang tidak hanya cerdas pikirannya dan kuat risetnya, tetapi juga bersih hatinya serta luhur akhlaknya," tambahnya.