Namun, catatan evaluasi muncul pada jenjang MTs Swasta. Kendati skor membaca naik dari 333 menjadi 341 dan sains meningkat dari 358 menjadi 368, skor matematika justru mengalami penurunan dari 348 pada 2022 menjadi 345 pada 2025.
Penyusunan Kebijakan Berbasis Data
Adanya dinamika capaian antarjenjang dan status sekolah tersebut menjadi perhatian Kemenag untuk memperkecil kesenjangan mutu antarsatuan pendidikan di seluruh Indonesia.
"Data PISA harus menjadi cermin bagi kita. Ada satuan pendidikan yang menunjukkan kemajuan, tetapi ada pula yang masih membutuhkan perhatian. Tugas kita adalah memastikan praktik baik yang muncul dapat direplikasi dan kesenjangan mutu antarsatuan pendidikan terus diperkecil," tegas Suyitno.
Ia menambahkan, hasil asesmen internasional ini perlu dibaca secara spesifik berdasarkan jenjang dan status madrasah agar kebijakan peningkatan mutu dapat dirumuskan secara presisi sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Ke depan, penguatan pembelajaran di madrasah akan semakin diarahkan pada pengembangan literasi, numerasi, sains, serta pemecahan masalah (Problem Solving), tanpa mengesampingkan karakter dan nilai-nilai keislaman.
"Madrasah tidak boleh hanya kuat dalam penguasaan materi. Peserta didik harus mampu menggunakan pengetahuannya untuk membaca realitas, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan," pungkasnya. (ivan)