Skor PISA Madrasah Naik, Kemenag Dorong Perbaikan Pembelajaran Berkelanjutan

bumi pesantren | 18 September 2026 18:48

Skor PISA Madrasah Naik, Kemenag Dorong Perbaikan Pembelajaran Berkelanjutan
Murid madrasah. (dok kemenag)

JAKARTA, PustakaJC.co - Kementerian Agama (Kemenag) menekankan pentingnya menjadikan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 sebagai bahan evaluasi mendalam untuk membenahi kualitas pembelajaran di madrasah, ketimbang sekadar mengejar dan merayakan kenaikan angka skor semata.

 

Meskipun secara umum capaian siswa madrasah menunjukkan tren positif di bidang kemampuan membaca, matematika, dan sains dibandingkan PISA 2022, Kemenag mengingatkan bahwa perbaikan mutu pendidikan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dilansir dari kemenag.go.id, Jumat, (18/9/2026).

 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan bahwa esensi dari studi Penilaian Internasional yang diselenggarakan oleh OECD tersebut adalah melihat sejauh mana peserta didik usia 15 tahun mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam kehidupan nyata, bukan sekadar mengukur hafalan materi.

 

"Yang paling penting bukan hanya berapa angka yang diperoleh, tetapi apa yang terjadi di ruang kelas. Ketika skor meningkat, kita harus melihat praktik pembelajaran apa yang membuat peserta didik lebih mampu memahami bacaan, bernalar secara matematis, dan menggunakan pengetahuan sains untuk memecahkan persoalan," ujar Suyitno di Jakarta.

 

 

Perkembangan Positif dan Catatan Kesenjangan Mutu

 

Berdasarkan data tren PISA 2022 dan 2025, peningkatan signifikan tampak pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri dan Madrasah Aliyah (MA) Negeri.

 

Pada MTs Negeri, skor membaca naik dari 364 (2022) menjadi 390 (2025), matematika meningkat dari 372 menjadi 385, dan sains melonjak dari 382 menjadi 414. Sementara itu, MA Negeri mencatatkan peningkatan pada seluruh domain: membaca naik dari 380 menjadi 409, matematika dari 380 menjadi 403, serta sains dari 402 menjadi 428.

 

Di jenjang MA Swasta, kenaikan juga terjadi di seluruh bidang, yakni membaca (357 ke 358), matematika (351 ke 358), dan sains (370 ke 379).

 

 

Namun, catatan evaluasi muncul pada jenjang MTs Swasta. Kendati skor membaca naik dari 333 menjadi 341 dan sains meningkat dari 358 menjadi 368, skor matematika justru mengalami penurunan dari 348 pada 2022 menjadi 345 pada 2025.

 

Penyusunan Kebijakan Berbasis Data

 

Adanya dinamika capaian antarjenjang dan status sekolah tersebut menjadi perhatian Kemenag untuk memperkecil kesenjangan mutu antarsatuan pendidikan di seluruh Indonesia.

 

"Data PISA harus menjadi cermin bagi kita. Ada satuan pendidikan yang menunjukkan kemajuan, tetapi ada pula yang masih membutuhkan perhatian. Tugas kita adalah memastikan praktik baik yang muncul dapat direplikasi dan kesenjangan mutu antarsatuan pendidikan terus diperkecil," tegas Suyitno.

 

Ia menambahkan, hasil asesmen internasional ini perlu dibaca secara spesifik berdasarkan jenjang dan status madrasah agar kebijakan peningkatan mutu dapat dirumuskan secara presisi sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

 

Ke depan, penguatan pembelajaran di madrasah akan semakin diarahkan pada pengembangan literasi, numerasi, sains, serta pemecahan masalah (Problem Solving), tanpa mengesampingkan karakter dan nilai-nilai keislaman.

 

"Madrasah tidak boleh hanya kuat dalam penguasaan materi. Peserta didik harus mampu menggunakan pengetahuannya untuk membaca realitas, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan," pungkasnya. (ivan)