JAKARTA, PustakaJC.co - Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA menegaskan pentingnya posisi pesantren sebagai garda terdepan dalam merawat identitas bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam artikel bertajuk Pojok Menag yang dirilis Sabtu, (19/9/2026), Menag menyebut pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan ruang strategis pembentukan karakter bangsa.
Nasaruddin menyoroti empat peran mendasar yang diemban oleh dunia pesantren, yakni sebagai penjaga ideologi bangsa, identitas umat, tradisi keilmuan, serta kompas kemanusiaan. Menurutnya, kekhasan pesantren perlu disinergikan dengan kebijakan pendidikan nasional tanpa menghilangkan jati dirinya.
"Pesantren bukan sebatas tempat orang belajar agama. Pesantren adalah salah satu ruang penting tempat bangsa ini merawat nilai, karakter, dan jati dirinya," tulis Nasaruddin, dikutip dari kemenag.go.id, Sabtu, (19/9/2026).
Terkait fungsi penjaga ideologi, Menag menilai Pancasila sebagai kesepakatan luhur pendiri bangsa perlu terus dihidupkan dalam perilaku sehari-hari. Ia mengimbau agar masyarakat bergerak dari sekadar religiousness (keterikatan pada simbol agama) menuju religious mindedness—cara berpikir yang menjadikan nilai agama sebagai landasan kemaslahatan publik.