Ditjen Pesantren Kemenag dan PBNU Perkuat Sinergi Jelang Hari Santri 2026

bumi pesantren | 16 Oktober 2026 18:12

 

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Pesantren Basnang Said menegaskan komitmen lembaganya untuk terus menghadirkan kebijakan dan layanan yang berpihak pada kemajuan pesantren secara nasional. Menurutnya, masukan dari PBNU menjadi pilar penting mengingat akar sejarah dan jejaring pesantren NU yang sangat kuat.

 

“Dukungan dan masukan dari PBNU sangat penting karena NU memiliki akar sejarah yang kuat dan jaringan pesantren yang luas di seluruh Indonesia,” ujar Basnang.

 

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri 2026, PBNU telah merancang sejumlah agenda utama. Puncak apel peringatan akan dipusatkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada 22 Oktober 2026.

 

Wakil Ketua Umum PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa apel di Tebuireng akan diikuti secara berjejaring oleh seluruh Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia secara dalam jaringan (daring).

 

“Untuk Hari Santri tanggal 22 Oktober, akan dipusatkan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Apel ini insyaallah diikuti oleh seluruh pengurus wilayah dan cabang lewat online,” terang Gus Ipul.