Selain apel nasional, PBNU juga menjadwalkan agenda resepsi peringatan di Gedung PCNU Kota Surabaya—lokasi bersejarah yang menjadi saksi berdirinya Nahdlatul Ulama pada tahun 1926.
Gus Ipul menekankan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momentum refleksi sejarah untuk meneladani spirit perjuangan para ulama dan kiai dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Ini adalah ajakan untuk mengingat sejarah, khususnya sejarah para ulama dalam rangka turut memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” pungkasnya. (ivan)