Imam menjelaskan, sejumlah informasi penting yang dapat diakses orang tua melalui El-Santri meliputi capaian hafalan terakhir, informasi saldo kas santri, hingga rekam jejak perizinan. Aplikasi ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara wali santri dan pengelola pesantren tanpa mengharuskan orang tua kerap datang langsung ke lokasi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, mengapresiasi terobosan digital tersebut. Kendati demikian, ia menekankan agar aplikasi El-Santri terus disempurnakan melalui kajian akademis serta evaluasi berkala.
"Inovasi perlu terus dikaji dan dievaluasi agar efektivitas serta manfaatnya dapat diukur secara berkelanjutan. Saya juga mendorong agar El-Santri nantinya diintegrasikan dengan aplikasi-aplikasi lain yang sudah ada di lingkungan pesantren agar jangkauannya bisa diperluas ke seluruh Jawa Timur," tegas Syaikhul.
Selain peluncuran aplikasi, Syaikhul turut mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim untuk meneladani nilai-nilai kesantrian—seperti semangat menuntut ilmu, menjaga akhlak, adaptif terhadap zaman, serta konsisten menjaga moderasi beragama dan kerukunan di tengah masyarakat. (ivan)