Pada penyelenggaraan tahun ini, FFS menghadirkan tiga kategori lomba, yakni film pendek kategori umum, film pendek kategori santri dan pelajar, serta penulisan kritik film. Kategori kritik film menjadi cabang baru yang diperkenalkan pada penyelenggaraan tahun kedua.
Direktur Festival Film Santri 2026, Agus Samsuri, mengatakan festival tahun ini merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan sebelumnya dengan fokus pada peningkatan kualitas karya dan penguatan ekosistem perfilman pesantren.
“Pada gelaran kedua, Festival Film Santri 2026 adalah fase lanjutan dari festival di tahun sebelumnya. Yaitu untuk memperkuat kualitas artistik, meningkatkan partisipasi pesantren, memperluas jaringan, dan membangun ekosistem sinema pesantren yang berkelanjutan,” kata Agus dalam keterangan yang diterima NU Online, Sabtu, (7/11/2026).
Untuk kategori film pendek umum serta santri dan pelajar, panitia menghadirkan tiga juri, yakni sutradara sekaligus dosen Nurman Hakim, budayawan Inaya Wahid, dan sastrawan Sasti Gotama.
Sementara itu, kategori penulisan kritik film menerima 31 karya dari peserta yang berasal dari tujuh provinsi dan 16 kabupaten/kota. Penilaian kategori tersebut dipercayakan kepada Adrian Pasaribu, Pemimpin Redaksi Cinema Poetica, serta Zaki Habibi, peneliti sekaligus dosen Universitas Islam Indonesia.
Direktur Program FFS 2026, Yogi Ishabib, menyebut penyelenggaraan tahun ini menunjukkan antusiasme yang semakin besar dari berbagai kalangan, khususnya lingkungan pesantren.