Menurutnya, tema Qarib juga menjadi upaya panitia untuk mendekatkan festival dengan publik melalui keterlibatan sineas dari berbagai wilayah.
“Secara keseluruhan, gelaran Festival Film Santri tahun ini lebih semarak dan sesuai tema festival kami tahun ini, yakni Qarib. Kami berupaya semakin dekat dengan publik. Tahun ini ada kurang lebih 200 lebih film yang submit. Asal film itu tersebar dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Terdapat lebih dari 70 pesantren yang terlibat, dan juga ada film dari Iran dan Mesir,” ungkap Yogi.
Penyelenggaraan Festival Film Santri 2026 mendapat dukungan pendanaan dari Dana Indonesiaraya. Festival ini juga didukung Air Mineral Santri dan Jaringan Toko Basmalah sebagai sponsor.
Melalui penyelenggaraan tersebut, FFS diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat ruang kreativitas, memperluas jejaring sineas, serta mendorong perkembangan sinema pesantren agar semakin dikenal masyarakat luas. (ivan)