195 Karya dari Berbagai Daerah Siap Meriahkan Festival Film Santri 2026 di Surabaya

bumi pesantren | 08 November 2026 12:57

195 Karya dari Berbagai Daerah Siap Meriahkan Festival Film Santri 2026 di Surabaya
Foto ilustrasi Festival Film Santri 2026 – Surabaya.

SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 195 karya film dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara akan meramaikan Festival Film Santri (FFS) 2026 di Surabaya. Festival yang memasuki tahun kedua ini dijadwalkan berlangsung pada 12–13 November 2026 di Balai Budaya Jawa Timur Cak Durasim.

 

Mengusung tema Qarib yang berarti dekat, Festival Film Santri 2026 menjadi ruang apresiasi bagi sineas pesantren sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam perkembangan perfilman berbasis pesantren. Dilansir dari nu.or.id, Minggu, (8/11/2026).

 

Jumlah karya yang masuk pada penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 125 karya. Hingga penutupan pendaftaran pada 5 September 2026, panitia menerima 195 film dari 12 provinsi, 45 kabupaten/kota, dan 90 pesantren.

 

Tidak hanya dari dalam negeri, festival ini juga menerima tiga karya dari sineas mancanegara. Masing-masing satu film berasal dari Mesir dan dua film lainnya dari Iran.

 

 

 

Pada penyelenggaraan tahun ini, FFS menghadirkan tiga kategori lomba, yakni film pendek kategori umum, film pendek kategori santri dan pelajar, serta penulisan kritik film. Kategori kritik film menjadi cabang baru yang diperkenalkan pada penyelenggaraan tahun kedua.

 

Direktur Festival Film Santri 2026, Agus Samsuri, mengatakan festival tahun ini merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan sebelumnya dengan fokus pada peningkatan kualitas karya dan penguatan ekosistem perfilman pesantren.

 

“Pada gelaran kedua, Festival Film Santri 2026 adalah fase lanjutan dari festival di tahun sebelumnya. Yaitu untuk memperkuat kualitas artistik, meningkatkan partisipasi pesantren, memperluas jaringan, dan membangun ekosistem sinema pesantren yang berkelanjutan,” kata Agus dalam keterangan yang diterima NU Online, Sabtu, (7/11/2026).

 

Untuk kategori film pendek umum serta santri dan pelajar, panitia menghadirkan tiga juri, yakni sutradara sekaligus dosen Nurman Hakim, budayawan Inaya Wahid, dan sastrawan Sasti Gotama.

 

Sementara itu, kategori penulisan kritik film menerima 31 karya dari peserta yang berasal dari tujuh provinsi dan 16 kabupaten/kota. Penilaian kategori tersebut dipercayakan kepada Adrian Pasaribu, Pemimpin Redaksi Cinema Poetica, serta Zaki Habibi, peneliti sekaligus dosen Universitas Islam Indonesia.

 

Direktur Program FFS 2026, Yogi Ishabib, menyebut penyelenggaraan tahun ini menunjukkan antusiasme yang semakin besar dari berbagai kalangan, khususnya lingkungan pesantren.

 

 

Menurutnya, tema Qarib juga menjadi upaya panitia untuk mendekatkan festival dengan publik melalui keterlibatan sineas dari berbagai wilayah.

 

“Secara keseluruhan, gelaran Festival Film Santri tahun ini lebih semarak dan sesuai tema festival kami tahun ini, yakni Qarib. Kami berupaya semakin dekat dengan publik. Tahun ini ada kurang lebih 200 lebih film yang submit. Asal film itu tersebar dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Terdapat lebih dari 70 pesantren yang terlibat, dan juga ada film dari Iran dan Mesir,” ungkap Yogi.

 

Penyelenggaraan Festival Film Santri 2026 mendapat dukungan pendanaan dari Dana Indonesiaraya. Festival ini juga didukung Air Mineral Santri dan Jaringan Toko Basmalah sebagai sponsor.

 

Melalui penyelenggaraan tersebut, FFS diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat ruang kreativitas, memperluas jejaring sineas, serta mendorong perkembangan sinema pesantren agar semakin dikenal masyarakat luas. (ivan)