SURABAYA, PustakaJC.co – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah, mengamalkan wirid, dan menuntut ilmu. Menurutnya, ketekunan tersebut memiliki nilai kemuliaan yang jauh melampaui harta maupun kehormatan duniawi.
Hal itu disampaikan KH Miftachul Akhyar saat memberikan tausiyah dalam pengajian Syarah Kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Jalan Kedung Tarukan Nomor 100, Tambaksari, Surabaya, Jumat, (30/10/2026).
Dalam tausiyahnya, Kiai Miftach menjelaskan bahwa para wali dan ulama tetap istiqamah menjalankan wirid meskipun telah mencapai derajat spiritual yang tinggi dan memperoleh karomah. Sikap tersebut dilandasi pemahaman bahwa ibadah memiliki nilai dan manfaat yang tidak dapat dibandingkan dengan kemewahan dunia. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (30/10/2026).
Ia mengutip pandangan Imam Abu Junaid Al-Baghdadi yang menjelaskan bahwa ibadah bagi kalangan ahli makrifat lebih berharga daripada mahkota raja yang dihiasi berbagai perhiasan mahal.
“Ibadah menurut orang-orang ahli ma’rifat itu lebih baik daripada mahkota yang dihiasi dengan perhiasan-perhiasan mahal,” kata Kiai Miftach.