Karena itu, Kiai Miftach mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak semestinya diukur dari jabatan, kekayaan, maupun simbol kehormatan duniawi. Ketekunan beribadah, menjaga wirid, dan terus belajar merupakan bagian penting dari perjalanan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia kembali menegaskan pandangan Imam Junaid bahwa ibadah, wirid, dan mengaji memiliki kedudukan yang sangat tinggi dibandingkan kemewahan yang dimiliki para penguasa.
“Jadi wajar ketika Imam Junaid komentar ibadah, wirid, mengaji menurut ulama ahli ma’rifat itu lebih baik daripada mahkota raja-raja yang penuh dengan hiasan,” tandasnya.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga tradisi keilmuan dan amaliah keagamaan secara berkelanjutan, termasuk bagi mereka yang telah memiliki pengetahuan luas maupun kedudukan tinggi di tengah masyarakat. (ivan)