Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Ingatkan Pentingnya Istikamah Berwirid dan Menuntut Ilmu

bumi pesantren | 30 Oktober 2026 19:14

 

Menurutnya, prinsip tersebut juga tercermin dari keteladanan para ulama dalam menjaga tradisi belajar. Ia mencontohkan Imam Al-Ghazali yang tetap tekun mengaji kepada gurunya, Imam Al-Haramain, meskipun telah menghasilkan banyak karya keilmuan.

 

“Imam Ghazali itu walaupun karangan kitabnya sudah banyak, selama Imam Haramain masih sehat beliau tetap mengaji apa saja kepada gurunya,” tuturnya.

 

Kiai Miftach juga menekankan pentingnya mulazamah, yakni ketekunan dan kesinambungan seseorang dalam menuntut ilmu. Menurutnya, proses belajar yang dilakukan secara berulang bukan sekadar mengulang materi, melainkan membuka peluang munculnya pemahaman baru.

 

Ia menjelaskan, satu materi yang telah dipelajari berkali-kali tetap dapat menghadirkan perspektif berbeda ketika kembali dikaji.

 

“Walaupun sudah diterangkan sebanyak 27 kali, ketika diterangkan lagi pasti ada hal yang baru, karena ilmu itu selalu berkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain,” ujarnya.