JAKARTA, PustakaJC.co - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk memantapkan persiapan peringatan Hari Santri 2026. Sinergi strategis ini dibahas dalam pertemuan resmi antara Dirjen Pesantren Basnang Said dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) di Jakarta, Kamis, (15/10/2026) malam.
Selain membahas agenda utama Hari Santri 2026, kedua pihak juga berdiskusi mengenai peneladanan perjuangan pendiri NU, penguatan tata kelola pesantren, hingga masa depan peran santri bagi pembangunan bangsa. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (16/10/2026).
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz menyambut positif terbentuknya Ditjen Pesantren di tubuh Kemenag. Ia menilai langkah ini sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam mendampingi serta memajukan ekosistem pesantren di Indonesia.
“Lahirnya Ditjen Pesantren adalah buah perjuangan panjang para kiai dan pesantren. PBNU siap mengawal agar Ditjen Pesantren benar-benar menjadi rumah besar bagi seluruh pesantren, memperkuat layanan, dan memajukan kemandirian santri,” tegas Gus Kikin.