Namun, bagi banyak orang, jabatan bukanlah hal utama yang melekat pada diri Nurwiyatno. Ia lebih dikenang sebagai “Cak Nur”—sapaan akrab yang mencerminkan kedekatan dan karakter khas arek Suroboyo yang egaliter, terbuka, dan penuh kehangatan.
Kisah hidupnya bahkan pernah diabadikan dalam buku biografi berjudul “Cak Nur, Arek Suroboyo” yang disusun oleh tim PustakaJC. Buku tersebut bukan sekadar rangkaian prestasi, melainkan potret perjalanan hidup yang utuh—dari masa muda, proses jatuh bangun, hingga nilai-nilai yang ia pegang dalam menjalani pengabdian.