Kini, ketika beliau telah berpulang, buku itu bukan lagi sekadar karya dokumentatif. Ia berubah menjadi pengingat—bahwa pernah ada sosok yang menjalani hidup dengan ketulusan, bekerja dengan dedikasi, dan memimpin dengan hati.
Kepergian Nurwiyatno meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan nilai yang akan terus hidup. Tentang integritas, tentang kesederhanaan, dan tentang bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Selamat jalan, Cak Nur.
Namamu mungkin telah berpulang, tetapi jejakmu akan tetap tinggal—di hati, di ingatan, dan dalam setiap cerita yang pernah kau bagi.