Namun Jawa Timur memiliki modal yang tidak dimiliki banyak wilayah lain: populasi besar, jaringan pesantren terluas di Indonesia, perguruan tinggi ternama, kekuatan vokasi industri, serta dukungan budaya gotong royong masyarakat. Jika seluruh potensi ini disatukan, Jawa Timur sangat mungkin menjadi episentrum pendidikan nasional.
Tema “Menguatkan Partisipasi Semesta” relevan diterapkan di Jawa Timur. Pemerintah daerah perlu mempercepat pemerataan sekolah berkualitas hingga pelosok. Dunia usaha harus dilibatkan dalam pendidikan vokasi dan magang. Perguruan tinggi harus turun tangan membantu inovasi sekolah. Orang tua dan masyarakat perlu kembali menjadikan pendidikan sebagai gerakan bersama.
Hari Pendidikan Nasional 2026 seharusnya bukan sekadar seremoni upacara tahunan. Ini adalah pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan di ruang kelas hari ini. Jawa Timur punya peluang besar menjadi lokomotif pendidikan Indonesia, asalkan kualitas, pemerataan, dan kolaborasi menjadi prioritas utama.
Jika Jakarta unggul fasilitas, Jogja unggul kultur akademik, dan Singapura unggul sistem, maka Jawa Timur bisa unggul lewat kekuatan kolaborasi semesta. Saat semua pihak bergerak bersama, pendidikan bermutu untuk semua bukan lagi slogan, tetapi kenyataan. (int)