Kelas Menengah Indonesia Tertekan, Penyusutan Populasi Jadi Alarm Ekonomi Nasional

kabar redaksi | 01 Juli 2026 18:33

 

Data Bank Dunia menunjukkan jumlah penduduk kelas menengah Indonesia turun dari sekitar 48 juta jiwa pada 2024 menjadi sekitar 46,7 juta jiwa pada 2025. Penurunan tersebut mencerminkan semakin banyak masyarakat yang bergeser ke kelompok aspiring middle class atau menuju kelas menengah yang lebih rentan terhadap gejolak ekonomi.

 

Tekanan terhadap kelas menengah dipicu berbagai faktor, mulai dari tingginya biaya hidup, inflasi pangan, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga belum pulihnya pasar tenaga kerja pascapandemi COVID-19.

 

Di sisi lain, kelompok kelas menengah dinilai berada pada posisi yang sulit. Mereka tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial, tetapi juga belum memiliki kekuatan ekonomi yang cukup untuk menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok maupun tekanan ekonomi lainnya.