Pandemi COVID-19 menjadi titik balik melemahnya kelas menengah Indonesia. Krisis tersebut menyebabkan jutaan pekerja formal kehilangan pekerjaan dan beralih ke sektor informal yang memiliki produktivitas maupun kepastian pendapatan lebih rendah.
Fenomena deindustrialisasi juga dinilai memperburuk kondisi tersebut. Semakin banyak pekerja kelas menengah yang beralih ke sektor pertanian maupun pekerjaan informal tanpa perlindungan jaminan sosial dan kepastian penghasilan.
Selain itu, lonjakan harga pangan, terutama beras yang sempat mencatat inflasi tertinggi dalam satu dekade terakhir, semakin menggerus kemampuan belanja rumah tangga kelas menengah.