Di Tengah Gempuran Teknologi, Reni Astuti Ajak Anak Muda Rajin Srawung dan Bertutur

komunitas | 02 November 2025 07:57

Di Tengah Gempuran Teknologi, Reni Astuti Ajak Anak Muda Rajin Srawung dan Bertutur
Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti saat menjadi nara sumber dalam Festival Budaya di Universitas Airlangga. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan budaya tutur dan srawung di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian mendominasi kehidupan sehari-hari.

 

Pesan itu disampaikan Reni saat menjadi narasumber dalam Sarasehan Festival Budaya di Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat, (31/10/2025). Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat anak muda lupa pentingnya interaksi sosial secara langsung. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Minggu, (2/11/2025).

 

“Di mana pun dan kapan pun, anak muda harus tetap punya budaya srawung dan tutur sebagai modal dasar dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Reni.

 

 

Menurut politisi PKS tersebut, kemajuan digital membuat sebagian generasi muda lebih fokus pada dunia maya daripada lingkungan sosialnya sendiri.

 

“Tekuni skill masing-masing, seperti manajerial, leadership, atau kewirausahaan. Tapi jangan lupa modal dasar tadi: srawung dan tutur,” pesannya.

 

Reni juga mendorong agar masa muda dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya untuk belajar di kampus, tetapi juga aktif di komunitas, lingkungan desa, maupun kegiatan sosial. 

 

“Cara komunikasi itu penting. Jangan cuma sibuk di layar ponsel, tapi juga bangun relasi nyata dengan sekitar,” tegasnya.

 

 

 

Sementara itu, Pakar Komunikasi Unair Dr. Suko Widodo menyoroti kebiasaan baru anak muda yang lebih sering “tutul” ketimbang bertutur.

 

 

“Tutul di sini maksudnya memencet ponsel. Anak muda sekarang lebih sering melakukan itu daripada berbicara langsung. Mari biasakan tutur dan srawung, salah satunya dengan silaturahim,” kata pria yang akrab disapa Sukowi tersebut.

 

Senada, Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., M.M., Ph.D, menekankan pentingnya kepekaan sosial di era digital.

 

 

“Sesama teman kadang kita tidak saling sapa karena sibuk bermain ponsel, apalagi dengan dosen. Ini yang harus diubah. Mari saling jaga komunikasi, saling bantu, dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.

 

 

Festival Budaya 2025 di Fakultas Vokasi Unair juga menampilkan beragam kegiatan, mulai dari pameran UMKM, kuliner tradisional, hingga pertunjukan seni ludruk oleh Cak Robert dan Cak Ipul yang mengangkat tema eksistensi kebudayaan Jawa Timur.

 

“Festival seperti ini penting untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong di kalangan anak muda,” pungkas Reni. (ivan)