SIMAMA KEPO Diluncurkan, Campursari Hangatkan Malam Warga Langlang Singosari

komunitas | 07 Desember 2025 10:10

SIMAMA KEPO Diluncurkan, Campursari Hangatkan Malam Warga Langlang Singosari
Pembukaan kegiatan pagelaran campursari di Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Sabtu malam, (6/12/2025) oleh pejabat Disbudpar Jatim, Adiyanto mewakili Kadisbudpar Jatim. (dok jatimpos)

MALANG, PustakaJC.co - Suasana Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu malam, (6/12/2025) dibuat meriah lewat pagelaran Campursari sekaligus peluncuran layanan digital desa SIMAMA KEPO dan layanan online BUMDes Sejahtera. Warga tampak antusias menikmati perpaduan seni dan inovasi pelayanan publik berbasis digital.

 

Acara tersebut merupakan kolaborasi Disbudpar Jatim dan DPRD Provinsi Jatim, diinisiasi anggota DPRD Jatim Muhammad Arbayanto, S.H., M.H.. Sementara launching resmi SIMAMA KEPO dan layanan BUMDes dilakukan langsung oleh Pemerintah Desa Langlang. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (7/12/2025).

 

SIMAMA KEPO (Sistem Koneksi Pelayanan Online) merupakan inovasi digital yang memudahkan warga mengurus administrasi desa secara online dengan proses lebih cepat, mudah, dan transparan.

 

BUMDes Sejahtera juga memperkenalkan layanan online untuk mendukung kemandirian ekonomi desa, mulai dari pengembangan produk lokal hingga lapak digital untuk UMKM desa.

 

 

 

Dalam amanat tertulisnya, Kadisbudpar Jatim, Evy Afianasari, menyampaikan bahwa pagelaran Campursari menjadi bagian dari upaya pelestarian seni budaya Jatim.

 

“Kegiatan ini adalah sinergitas Pemprov Jatim dan DPRD Jatim dalam menguatkan budaya. Selain menyemarakkan, kegiatan ini juga mendukung seniman, budayawan, serta ekonomi kreatif,” ujar Evy.

 

Ia menyebut Jawa Timur memiliki 7.105 objek pemajuan kebudayaan dan 158 warisan budaya tak benda, yang harus dijaga dan terus dikembangkan.

 

Evy menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.

 

“Campursari bukan sekadar hiburan. Ini ruang untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada seni daerah dan memberi ruang bagi pelaku seni berkarya,” jelasnya.

 

 

Anggota DPRD Jatim Muhammad Arbayanto menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya lokal, terutama di kalangan generasi muda.

 

“Campursari adalah produk budaya daerah. Rasa cinta budaya harus terus ditumbuhkan melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.

 

Arbayanto juga menyoroti manfaat ekonomi bagi warga.

 

“Banyak warga berjualan dan terjadi transaksi ekonomi saling menguntungkan. Terima kasih kepada Disbudpar Jatim dan semua pihak yang telah bersinergi,” tambah Anggota DPRD Jatim itu.

 

Acara turut dihadiri pejabat Disbudpar Jatim, Pemkab dan DPRD Kabupaten Malang, Forkopimcam Singosari, serta tokoh masyarakat setempat. (ivan)