iSTTS Dorong Jurnalis Melek AI Beretika Lewat Bootcamp Intensif

komunitas | 05 Februari 2026 05:32

 

Bootcamp menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi AI. Dr. Lukman Zaman membahas generative AIprompt engineering, serta pemanfaatan AI untuk konten multimedia. Prof. Esther Irawati Setiawan, Google Expert sekaligus Lead Organizer GDG Surabaya, mengulas social network analysismultimodal AI, dan tantangan etika kecerdasan buatan. Sementara Dr. Yosi Kristian memaparkan penerapan machine learning dan computer vision dalam pengolahan data visual serta investigasi digital.

 

Berbeda dari pelatihan berbasis teori, bootcamp ini menerapkan pendekatan hands-on learning. Peserta langsung mempraktikkan penggunaan AI, mulai dari penyusunan prompt, pengolahan data, hingga simulasi penerapan AI dalam kerja jurnalistik sehari-hari.

 

Direktur Rumah Literasi Digital, Andika Ismawan, menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis menghadapi tantangan jurnalistik di era AI.

 

“AI bukan pengganti jurnalis. Ini alat bantu yang harus dikendalikan dengan literasi dan etika. Tanpa pemahaman yang cukup, AI justru berpotensi melahirkan kesalahan baru,” tegasnya.

 

 

Seluruh peserta memperoleh sertifikat “Introduction to Generative AI” sebagai pengakuan kompetensi dasar. Melalui kegiatan ini, iSTTS menegaskan perannya tidak hanya sebagai kampus teknologi, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga kualitas informasi publik di era kecerdasan buatan. (ivan)