Rapat kerja tahunan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang turut meninjau berbagai produk UMKM binaan yang dipamerkan di lokasi kegiatan.
Meski proses audit laporan keuangan tahun 2025 masih dalam tahap finalisasi oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), manajemen Bank Jatim optimistis kinerja 2026 akan melampaui capaian sebelumnya, seiring fundamental perusahaan yang semakin kuat.
Winardi menegaskan, Bank Jatim tidak hanya berfokus pada peningkatan laba, tetapi juga pada perbaikan kualitas aset, khususnya dengan menekan rasio Non-Performing Loan (NPL) serta menjaga efisiensi operasional.
“Kami menargetkan rasio BOPO tetap di bawah 80 persen agar Bank Jatim bisa menawarkan bunga kredit yang lebih kompetitif kepada masyarakat,” jelasnya.