SURABAYA, PustakaJC.co - Jawa Timur ternyata menyimpan sejumlah sesar aktif yang membentang dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, Madura, Pasuruan, Probolinggo hingga Banyuwangi. Keberadaan patahan aktif tersebut menjadi salah satu sumber potensi gempa bumi yang perlu dipahami masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024 yang diterbitkan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), jumlah segmen sesar aktif di Pulau Jawa meningkat dari 36 segmen pada peta tahun 2017 menjadi 82 segmen pada pemutakhiran tahun 2024.
Namun para ahli menegaskan, bertambahnya jumlah sesar yang terpetakan bukan berarti frekuensi gempa akan semakin sering terjadi. Penambahan tersebut menunjukkan semakin detailnya penelitian dan identifikasi terhadap sumber-sumber gempa yang sebelumnya belum terpetakan.
Sesar merupakan retakan atau patahan pada kerak bumi yang masih aktif bergerak. Pergerakan tersebut dapat berlangsung sangat lambat selama ratusan hingga ribuan tahun, namun sewaktu-waktu mampu melepaskan energi besar dalam bentuk gempa bumi.
Salah satu sistem sesar yang paling dikenal di Jawa Timur adalah Sesar Kendeng atau bagian dari sistem Java Back-arc Thrust (JBT). Jalur sesar ini membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur dan melintasi sejumlah kawasan padat penduduk.