Donor Darah PWI Jatim, Peserta Pertama Kali Mengaku Terharu Bisa Berbagi untuk Kemanusiaan

komunitas | 15 Februari 2026 08:24

Donor Darah PWI Jatim, Peserta Pertama Kali Mengaku Terharu Bisa Berbagi untuk Kemanusiaan
Beberapa Peserta sedang donor darah di PWI Jatim. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kegiatan donor darah dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur bekerja sama dengan PMI Kota Surabaya berlangsung sukses di Gedung PWI Jatim, Sabtu, (14/2/2026).

 

Sejak pagi, antusiasme peserta sudah terlihat. Tim medis PMI Kota Surabaya yang berjumlah 10 orang, dipimpin dr. Evelyn dari Unit Donor Darah (UDD), mulai bersiap sejak pukul 07.30 WIB untuk melayani pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga proses donor darah bagi peserta yang memenuhi syarat. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (15/2/2026).

 

Suasana kegiatan berlangsung semarak. Panitia menyediakan tenda dan kursi antrean di pintu masuk selatan, lengkap dengan hiburan musik dari artis Surabaya. Bahkan, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim bersama pengurus pusat PWI Erwin Muhammad turut menyumbangkan suara, menghibur peserta donor yang hadir.

 

 

Sekitar pukul 12.00 WIB, kegiatan donor darah resmi ditutup, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bertema “Selamat HPN 2026” sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

 

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim mengatakan, donor darah merupakan bentuk nyata pengabdian wartawan kepada masyarakat.

 

“Ini wujud nyata pengabdian wartawan dan keluarganya untuk kemanusiaan. Jadi, tidak hanya melalui tulisan atau pemberitaan, tetapi juga aksi langsung yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

 

 

 

Ia menambahkan, kegiatan donor darah telah menjadi agenda rutin PWI Jatim selama lebih dari satu dekade, dengan peserta berasal dari wartawan, TNI, Polri, dan berbagai mitra lainnya.

 

Lutfil juga menyampaikan apresiasi kepada PMI Kota Surabaya serta semua pihak yang mendukung, termasuk Yayasan Wings Peduli yang memberikan bingkisan kepada peserta donor.

 

Sementara itu, pengalaman berbeda dirasakan Syaiful Anam, Sekretaris PWI Jatim, yang untuk pertama kalinya berhasil mendonorkan darahnya. Ia mengaku terharu karena sebelumnya sering gagal donor akibat kadar hemoglobin (HB) rendah.

 

“Karena seumur hidup baru kali ini bisa donor. Sebelumnya ingin donor tapi ditolak karena HB rendah,” ungkapnya sambil tersenyum.

 

 

Ia menjelaskan, dokter menyarankan agar menjaga kondisi tubuh tetap fit sebelum donor, termasuk cukup istirahat, minum air putih, dan menjaga pola hidup sehat.

 

Bagi Syaiful, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk amal kemanusiaan yang bernilai tinggi.

 

“Mereka yang tertolong dengan sumbangan darah kita, bahkan yang diselamatkan jiwanya, mungkin tidak bisa berterima kasih langsung. Tapi Allah Maha Mengetahui, semoga ini menjadi amal yang mendapat balasan dari-Nya,” pungkasnya. (ivan)